RESENSI (ULASAN) BUKU
Oleh: Ni’matuz Zahroh, M.Pd
A.
IDENTITAS
BUKU
Judul: Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011 (Cetakan ke-25: Mei 2019)
ISBN: 978-6020-331-584
Tebal: 304 halaman; 20 cm
RESENSI (ULASAN) BUKU
Oleh: Ni’matuz Zahroh, M.Pd
A.
IDENTITAS
BUKU
Judul: Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011 (Cetakan ke-25: Mei 2019)
ISBN: 978-6020-331-584
Tebal: 304 halaman; 20 cm
Sering sekali saya menemukan bionarasi yang isinya tidak ada namanya. Banyak juga yang malah merendahkan diri sendiri. What?
Bionarasi itu termasuk personal branding: untuk menunjukkan kualitas diri kita dan memperkenalkan diri ke orang-orang yang membaca tulisan kita. Kalau penulisnya sendiri saja tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri, bagaimana orang lain akan menilai?
Saya ingin sharing sedikit tentang bagaimana cara menulis bionarasi. Kalau ada kata yang salah, mohon kalian bisa koreksi dengan bahasa yang sopan. Kalau mau menambahkan juga boleh, silakan saja.
Cerita yang menarik adalah cerita yang ketika disimak akan memampukan pembaca untuk menciptakan sebuah pemahaman terhadap sesuatu di dalam pikiran dan perasaan, termasuk tentang kelogikaannya. Sedangkan pemahaman yang muncul tersebut bukan diperoleh dari nasihat-nasihat vulgar dan petuah-petuah kasar, tetapi pemahahan yang dihasilkan dari narasi netral. Tetapi pengertian tersebut bukan lantas penulis tidak boleh menitipkan pesan di dalamnya. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana pesan tersebut dapat disampaikan tidak dengan cara-cara yang norak.
Perbedaan antara Penulis yang Gemar Membaca dan Penulis yang Tidak Mau Membaca.
1️⃣ Penulis yang gemar membaca memiliki gaya bertutur lebih terstruktur sehingga lebih mudah dipahami oleh pembacanya, serumit apa pun isi narasinya. Sebaliknya, penulis yang tidak mau membaca memiliki gaya bertutur yang berantakan sehingga untuk menceritakan sesuatu yang sederhana saja terasa sulit untuk dipahami.
Berikut ini beberapa tips agar dapat menulis dengan lancar, terutama untuk menulis fiksi (cerpen atau novel). Tulisan ini saya salin dari sahabat Vincent Arkayudha dari dinding facebook-nya.
1️⃣ Melakukan Riset
Bagi seorang penulis, riset merupakan keharusan. Dengan riset, karya fiksi akan lebih hidup. Riset bisa dilakukan lewat buku, pengamatan langsung, wawancara, dan internet. Gunakan metode 5W + 1H dalam melakukannya supaya informasi yang terkumpul lebih lengkap.
RESENSI FILM
Oleh: Anik Zahra
TANAH SURGA KATANYA
------- MENGANDUNG SPOILER ALERT -------
Judul Film: Tanah Surga Katanya
Sutradara: Herwin Novianto
Produser : Bustal Nawawi
Executive Produser: Deddy Mizwar dan Gatot Brajamusti
Pemeran : Osa Aji Santoso, Fuad Idris, Ence Bagus, Astri Nurdin, Tissa Biani Az Zahra, Ringgo Agus Rahman, dan Norman Akyuwen.
Produksi : Citra Cinema
Tahun Rilis : 2012
Hasyim adalah mantan sukarelawan konfrontasi Indonesia Malaysia. Ia tinggal bersama anak satu-satunya -Haris- yang menduda dan anak cucunya, Salman dan Salina. Mereka tinggal di daerah terpencil perbatasan Indonesia Malaysia. Haris kini tinggal di Malaysia karena ia menganggap di sana lebih mudah untuk mencari penghidupan dibandingkan di Indonesia. Ia pun menikah lagi dengan orang Malaysia.
1. Tanda Koma
Tanda koma ditulis sebelum dan/atau setelah kata sapaan supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Misalnya:
Nenek aku punya pacar. (salah)
Nenek, aku punya pacar. (benar)
RESENSI BUKU
Oleh: Anik Zahra
"Merdeka Belajar" ala Tomoe Gakuen
Judul: Totto-chan - Gadis Cilik di Jendela
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
Alih Bahasa: Widya Kirana
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2017
Cetakan ke: 24
Tebal Buku: 272 halaman
"Kau adalah anak yang sangat baik. Kau tahu itu kan?" Ucapan Mr. Kobayashi selalu terngiang-ngiang dan tertancap kuat dalam benak Totto-chan. Gadis cilik itu tak pernah merasa dirinya bermasalah. Ia selalu tampil penuh percaya diri.
RESENSI BUKU
Oleh: Anik Zahra
Judul Buku : Buya Hamka Sebuah Novel Biografi
Penulis : Haidar Musyafa
Penerbit : Imania
Kota Penerbit : Pondok Cabe Tangerang Selatan
ISBN : 978-602-7926-39-4
Cetakan Ke : I
Tahun Cetakan : 2018
Jumlah Halaman Buku : 830 Halaman
Abdul Malik di lahirkan di Tanah Sirah, salah satu kampung di Nagari Sungai Batang, Luhak Agam, Sumatera Barat pada 17 Februari 1908. Kampung Tanah Sirah merupakan tempat yang sangat indah, karena panorama alamnya yang menawan. Kampung itu terletak di pinggir Danau Maninjau. Di salah satu tepi danau itu, berdiri rumah sederhana berukuran 17 x 9 meter yang beratapkan ijuk bergonjong empat menghadap Danau Maninjau.
RESENSI BUKU
Oleh: Anik Zahra
❤️ Review Pulang - Tere Liye ❤️
Judul : Pulang
Penulis : Tere Liye
Penerbit : SabakGrip
Terbit : 2021
Tebal : 395 hlm
ISBN : 978-623-95545-0-7
Harga : 89 rb
📚 BLURB
"Sebuah kisah tentang perjalanan pulang. Melalui pertarungan demi pertarungan. Kesedihan demi kesedihan. Untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit. Untuk membuka rahasia masa lalu. Pun menatap masa depan. Pulang."
BABAK I atau Opening/Introducing
Fungsi dari babak pertama ini diantaranya:
• Memperkenalkan tokoh utama, sehingga penonton mengetahui siapa tokoh protagonist dan antagonis dalam cerita tersebut.
• Memperlihatkan masalah utama yang dihadapi protagonist dan risikonya jika sang protagonist tidak mampu menghadapi problem tersebut.
Nabastala: Langit
Bagaskara: Matahari
Aksa: Mata
Aksama: Ampunan
Anala: Api
Anila: Angin
Anindita: Sempurna
Anindya: Cantik Jelita
Rimpuh: sudah tua sekali
Harsa: Gembira/Bahagia
Atma: Jiwa
Anitya: Tidak Kekal
____________
Ancala = gunung (KBBI)
Hirap = hilang (KBBI)
Daksa = badan; tubuh (KBBI)
Sempena = berkah (KBBI)
Aksa = Jauh (KBBI)
Astu = puji
Ambu = aroma
Akara = bayang
Gelabah = sedih; gelisah
Masygul = bersusah hati karena suatu sebab; sedih; murung
Romansa = novel atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan, dan keromantisan dengan latar historis atau imajiner
Adorasi = pengorbanan
Sehari = sebahu, sebau, sehaluan, sepaham, sepakat, sependirian, sepikiran, seragam.
Arkais = berhubungan dengan masa lalu atau bercerita kuno, tidak lazim dipakai lagi
Pilau = perahu
Diksi = Pilihan kata yang tepat & selaras
Shyam = kegelapan malam
Sarayu = hembusan angin
Anak dara = anak perempuan yang sudah mencapai usia remaja dan belum kawin
Arumi = harum atau wangi (dalam bahasa Indonesia)
lokawigna = pengganggu dunia
Sumarah = menyerah pada keadaan; pasrah
Pilon = tidak tahu apa-apa
Matrik = batasan / pembatas
Bongko = mati (jawa kasar).
___________
Afsun = pesona
Anca = rintangan
Anggara = buas; liar
Belungsang = bentak; hardik
Benawat = sombong
Payoda = awan
Pair jantungku = detak jantungku tidak normal
Ajun = maksud
Buana = dunia
Ugem = berpegang (teguh)
Ufuk = kaki langit
Dewana = tergila-gila
Saban = tiap-tiap
Saban Hari = tiap-tiap hari
Saban waktu = tiap tiap waktu
Membancang = menahan
Sabana = padang rumput yang ada pohonnya
Savana = bentuk tidak baku dari Sabana
Mega = awan
Megar = mekar (jawa)
Lintang = bintang
Galaksi = gugusan bintang
____________
Japri = akronim dari jalur privat; jalur pribadi. ~Lazim digunakan di dunia maya atau media sosial berbasis chatting.
Galau = berat otak, bingung, kacau, karut.
Laknat = kutuk, seranah, serapah, sumpah.
Atma = jiwa, arwah, sukma.
Pedar = benci, antipati, berang, bingit
Baka = abadi, awet, kekal, lestari, qadim.
😊😊😊
JANARDANA = Menggairahkan
GATA = Telah pergi
HARSA = Kegembiraan
INA = Matahari pagi atau senja
INDURASMI = Sinar rembulan
JAMANIKA = Tirai, tabir
CUMBANA = Mencium
CUMBANARASA = Kenikmatan bersenggama
CITTA = Maksud hati, pikiran
BHAMA = Nafsu
BASWARA = Berkilau, bercahaya
DAHAYU = Cantik, molek, elok
Dama = Cinta kasih
DAYITA = Kekasih
KAMA = Dipuja
KAMPA = Getaran
KAMPANA = Mempunyai getaran
KIMPOIDRA = Rajanya pujangga
KIRANA = Sinarnya cantik dan molek
PADIKA = Syair
PADMA = Teratai merah
PADMARINI = Indah serta tajam
PAHANG = Tangkai bunga
PAKSA = Sayap; separuh bulan
PALAPA = Memikat serta menarik hati
PALAWA = Bersemi
RAJASWALA = Penuh nafsu
RECAKA = Bernapas
RESTI = Bergairah
RESWARA = Ulung, unggul, terkenal
RETISALYA = Luka dalam hati
RODRA = Kejam
RUCIRA = Cemerlang
RUCIRAGATI = Luwes
RUCITA = Gemerlap
RUDIRA = Darah
RUDITA = Ditangisi
🍃🍃🍃
Dan pada bait-bait senja
Kudawaikan astu-astu asa pada payoda
Beriring berarak membawakan padikaku dalam hembusan sarayu.
Hingga tiba dan bersujud dihadapanmu.
Memberikan cawan rinduku akanmu.
_____________
Kalis = suci; bersih; murni
Seracik = seiris
Perdom = kata untuk memaki
Diperdom = dimaki-maki dengan kata makian "perdom"
Weharima = kerja sama; gotong royong
Wekel = rajin dan sungguh-sungguh; tekun
Ambivalen = am·bi·va·len /ambivalén/ a bercabang dua yang saling bertentangan (seperti mencintai dan membenci sekaligus terhadap orang yang sama): ia mengakui adanya sikap -- pada dirinya terhadap gadis itu.
Apatis = apa·tis a acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh: kita tidak boleh bersikap -- terhadap usaha pembangunan Pemerintah
Kalbu = hati
Berahi = perasaan cinta kasih antara 2 orang berlainan jenis
Gamang = merasa takut (ngeri serta khawatir) ketika melihat ke bawah dsb.
ter·ga·mang = merasa kesunyian (lengang)
Asmaraloka = Dunia cinta kasih
Suar = Nyala api (cahaya) untuk tanda
Mala = sengsara
Tirta amarta = air kehidupan
Subtil = halus; lembut
Jeremba = mengulurkan tangan (untuk mencapai sesuatu), menggapai
Agah = tatap
Alap = bagus
Ancai = hancur (minang) abai (verba)
Andam karam = lenyap
Terdayuh = sedih
Rahsa = Rasa / Rahasia
Holokaus = Penghancuran /Pembuhan sistematis di seluruh wilayah kekuasaan nazi.
Genosida = Pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras.
______________
Sumber: Grup Ambisi Penulis
Banyak tulisan di pelbagai media, baik cetak (buku, majalah, dan jenis surat kabar lain) maupun elektronik (misalnya tulisan di televisi, blog, serta media sosial) yang masih kurang tepat dalam menggunakan tanda elipsis. Tanda baca macam apa itu? Tanda elipsis adalah tanda baca berupa tiga buah tanda titik yang berderet (…).
Kau
Sering, kejujuran kau giring
Melewati batas, antara ya dan tidak
Jalan pintas, katamu bergas
Kebohongan, kaulahap lekas