BABAK I atau Opening/Introducing
Fungsi dari babak pertama ini diantaranya:
• Memperkenalkan tokoh utama, sehingga penonton mengetahui siapa tokoh protagonist dan antagonis dalam cerita tersebut.
• Memperlihatkan masalah utama yang dihadapi protagonist dan risikonya jika sang protagonist tidak mampu menghadapi problem tersebut.
• Element terpenting dalam babak pertama ini adanya POIN OF ATTACK yang digagas oleh William Miller dalam bukunya “Screenwriting for Narrative Film and Television.” Secara singkat dapat dijelaskan bahwa POA adalah titik dimana cerita itu bergulir, dari sinilah penonton akan terseret mengikuti alur cerita tanpa bisa melepaskan diri lagi.
BABAK II atau Tengah
Babak kedua merupakan babak dimana cerita berkembang, problem-problem yang dihadapi tokoh utama (protagonis) terus ditingkatkan tensinya, yang membuat tangga dramatik terus menanjak. Hal inilah inti dari cerita yang dinikmati pembaca. Untuk membuat cerita menjadi lebih menarik setidaknya ada tiga hal yang perlu dimasukan dalam babak ini:
• Curiosity: rasa penasaran (seperti apakah endingnya nanti?)
• Suspense: ketegangan, ketegangan ini dapat dibangun dengan memasukan unsur-unsur dramatik.
• Surprise: kejutan, sesuatu yang tidak diduga oleh penonton.
BABAK III atau Akhir/Ending
Babak ketiga merupakan babak terakhir dari sebuah cerita. Di sinilah akan diketahui hasil dari perjuangan tokoh dalam menyelesaikan problem yang dihadapi. Babak terakhir ini ibarat selesainya sebuah tugas. Dimana penyelesaian semua problem yang dihadapi oleh tokoh protagonis, apakah ia berhasil mengatasi masalahnya ataukah gagal dan berakhir dengan tragis?
Ada beberapa pilihan ending yang bisa digunakan penulis untuk mengakhiri ceritanya. Happy Ending, Sad Ending/Unhappy Ending, atau Open Ended Ending. Dari ketiga jenis ending ini happy ending menjadi pilihan yang paling sering digunakan dalam sebuah cerita. Happy ending juga merupakan jenis ending yang disukai oleh pembaca.
No comments:
Post a Comment