Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, 12 December 2020

Tuhan, Aku Hanya Butuh Dipeluk



Petang datang lagi, kali ini bukan tentang mengulang pergi. Seperti merah langit mengejek tawa yang sebelumnya sorai. Kali ini bukan tentang kepakkan pulang ingatan, yang mengulang-ulang seperti bianglala.

Setelah Hari Ini, Aku Harus Apa?



Jadi setelah hari ini, aku harus menyajikanmu apa?
Semangkuk tawa dari pernah yang harusnya kusyukuri, atau secangkir doa yang memintamu untuk tetap ada di tengah riuh derap sepatu yang menjauh?

Kau

Kau


Sering, kejujuran kau giring

Melewati batas, antara ya dan tidak

Jalan pintas, katamu bergas

Kebohongan, kaulahap lekas

Wednesday, 23 November 2016

Bimbang

Resah menunggu kata
Lelah digantung rasa
Dalam kabut melayang
Bimbang dalam ragam bintang
Tak tentu arah, tersesat dalam ilusi terang

Membuka asa membalut luka
Memaksa yakin mencerabut mungkin

Menyusuri lini waktu
Ada setumpuk ragu
Terkenang luka masa lalu
Kebencian bertabur rindu
Dendam berselimut rapuh

Mengalir dalam gelisah
Menolak tunduk pada keluh kesah
Ingin marah tapi tak berdaya
Hanya bisa pasrah dalam laku jiwa

Sunday, 13 November 2016

Jika Rindu

Jika rindu, kenapa acuh?
Jika cinta, kenapa keras kepala?
Jika sayang, kenapa meradang?
Jika peduli, kenapa menutup diri?
Jika memang satu, kenapa berseteru?
Jika mengasihi, kenapa jaga gengsi?

Entah sudah berapa ribu Al Fatehah
Entah sudah berapa puluh ribu Al Ikhlas
Aku persembahkan untuk hatimu
Untuk kejujuranmu, untuk kedamaianmu
Untuk cinta dan kasih sayang abadimu...

Siapapun orang yang benar-benar mencintai,
Ia pasti akan sangat peduli
Dan ingin selalu tahu
Apa yang sedang terjadi dengan kekasih hatinya.
Walau sekedar untuk memastikan
Apakah kekasih hatinya baik-baik saja disana.
Jika itupun tidak boleh...
Lantas apa artinya mencinta...???

Sepertiga malam bersama keterbukaan dan keikhlasan...
*An


Friday, 11 November 2016

CINTA SEJATI


Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau disakiti
Engkau balas dengan kasih

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau dikhianati
Samudera maafmu terus mengaliri

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau diremehkan
Engkau tetap bertahan

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau diacuhkan
Engkau tak patah arang

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau pada akhirnya ditinggalkan
Doamu tak pernah putus hingga akhir zaman

SAKSI HIDUPMU


Aku masih di sini
Berdiri tegak di sini
Di atas reruntuhan
Puing-puing kepercayaanmu

Aku masih di sini
Terus memandangmu
makin menjauh
acuh dan angkuh

Cadas kata-katamu
Congkak kalimatmu
Sinis tanda bacamu
Cibir senyummu

Aku masih di sini
Melihatmu melipat tangan
Kadang berkacak pinggang
Sesekali meradang

Aku masih di sini
Terus menggenggam janji
Tak peduli engkau ingkar atau tepati
Tak peduli engkau pergi atau kembali
Tak peduli engkau ingati atau lupai

Aku masih di sini
Tetap tegak berdiri
Tuk menjadi saksi
Siapa sebenarnya yang engkau cintai...


SELAMAT PAGI CINTAKU

Semoga hari ini
Hatimu secerah hari ini
Secerah matahari bersinar
Langkah yang kau tapak selalu membawa kebahagiaan.

Biarkan musim berganti
Tinggalkan kesan yang mendalam
Tak mudah dilupakan dari mata jernihmu yang berkaca.

Lihat aku...
Yang selalu bisa baca pikiranmu
Mengisi jiwamu
Menyapamu menghiasi hari-harimu.

Lihat senyumku...
Dengarkan searaku...
Akan teduhkan jiwamu
Karena aku mencintaimu,
Dengan kesungguhanku.

Friday midnight, 04042014