Partikel pun.
Khususnya penulis pemula, partikel (Pun) yang ditulis serangkai ataupun terpisah tentu amat sukar untuk ditentukan. Perlu diingat, bahwa hanya ada dua belas partikel (pun) yang ditulis serangkai.
Yaitu :
1) Adapun
2) Meskipun
3) Kendatipun
4) Sekalipun
5) Bagaimanapun
6) Maupun
7) Kalaupun
8) Ataupun
9)Biarpun
10) Andaipun
11) Sungguhpun
12) Walaupun
Berarti selain 12 partikel pun di atas penulisannya harus (dipisah)
Contoh :
Jangan berbicara seperti itu, apa pun yang terjadi kita harus tetap bersama.
2. Penulisan kata (Di) bila bertemu (kata kerja) dan (tempat)
Kata di bila merujuk pada keterangan tempat dan waktu maka penulisannya harus dipisah. Sedangkan kata di bila merujuk pada kata kerja maka penulisannya harus ditulis serangkai.
Rumus :
Di + (keterangan tempat/ waktu) = dipisah
Contoh :
Di + Siang hari = di siang hari
Di + taman = di taman
Di + mataku = di mataku
Namun, bila kata di merujuk pada kata kerja maka penulisannya harus ditulis serangkai atau digabung.
Contoh :
Di + simpan = disimpan
Di+ baca = dibaca
Rumus :
Di + (keterangan kerja) = ditulis serangkai/ digabung.
Sama halnya dengan kata (Ke) bila merujuk pada keterangan tempat dan waktu maka penulisannya juga harus dipisah.
3. Kata (Dan) dilarang di awal kalimat. Sejatinya kata (Dan) ialah penghubung satuan frasa atau kata.
Maka penulisan yang benar untuk kata (Dan) ialah :
1) Aku dan Kakak bermain layang-layang hingga sore.
2) Saat ibu mengajak untuk ke pasar. Hal ini akan menjadi keberuntungan tersendiri untukku. Aku bisa meminta ibu membelikan buku, pena, pensil, dan alat tulis lainnya untuk sekolah.
Lain halnya bila kata (Dan) di dalam Al-Qur'an kita tak bisa mengubahnya.
4. Kata (Namun,) yang ditulis di tengah kalimat tentu tidak diperbolehkan. Kata (Namun,) berada di awal kalimat.
Contoh :
Rindu serindunya namun engkau tak mengerti (Salah)
Aku rindu padamu duhai kekasih. Namun, engkau tak mengerti. (Benar)
Selain kata (Namun,) yang berada di awal kalimat, bisa diganti juga dengan (Akan tetapi,) tetapi tetap harus menyesuaikan bacaan, sekiranya kau rasa nyaman tulislah!
5. Kata (Ku, mu, dan nya) ditulis serangkai dengan kata sebelum atau sesudahnya. Ia tak bisa berdiri sendiri.
Contoh :
Dia milikku
Menatap matamu membuatku sadar bahwa ada cinta yang bersemi di dalam sana hanya untuknya seorang.
Banyaknya tawuran di masa pandemi membuat keresahan warga-warga.
5. Dialog tag
Dialog tag selalu diiikuti oleh kata : ujar, ucap,tanya, teriak, bisik, cela, sindir, tukas, jawab, dan lain-lain. Biasanya didominasi dengan penggunaan tanda koma di akhir kalimat.
Dialog tag diawali dengan huruf kecil setelah tanda petik. Eitss tapi jangan salah, yang dimaksud setelah tanda petik itu maksudnya tanda petik di akhir kalimat ya bukan di awal kalimat.
Rumus dialog tag :
Tanda kutip (") + kalimat + tanda koma (,) + frasa dialog tag + titik.
Semoga bermanfaat!
Contoh :
"Aku melihat pacarmu bersama pria lain di danau," ucap Raka pada Aray.
"Aku tak percaya! Bisa jadi kau sengaja menghancurkan hubungan kami sebab kau menyukaiku dari dulu dan ini hanya akal-akalanmu saja!" sindir Aray dengan menatap sinis Raka.
Sekian ilmu dari saya semoga bermanfaat dan bisa membimbing kalian para penulis untuk menjadi hebat lagi.
"Bangkit dan tersenyum meski makian atau hujatan akan tulisanmu kerap didapat. Perkara jadi seorang penulis bukan gampang rapuh, tetapi bagaimana kau bisa bersikap tangguh."
No comments:
Post a Comment