Jadi setelah hari ini, aku harus menyajikanmu apa?
Semangkuk tawa dari pernah yang harusnya kusyukuri, atau secangkir doa yang memintamu untuk tetap ada di tengah riuh derap sepatu yang menjauh?
Semangkuk tawa dari pernah yang harusnya kusyukuri, atau secangkir doa yang memintamu untuk tetap ada di tengah riuh derap sepatu yang menjauh?

