Wednesday, 23 November 2016

Bimbang

Resah menunggu kata
Lelah digantung rasa
Dalam kabut melayang
Bimbang dalam ragam bintang
Tak tentu arah, tersesat dalam ilusi terang

Membuka asa membalut luka
Memaksa yakin mencerabut mungkin

Menyusuri lini waktu
Ada setumpuk ragu
Terkenang luka masa lalu
Kebencian bertabur rindu
Dendam berselimut rapuh

Mengalir dalam gelisah
Menolak tunduk pada keluh kesah
Ingin marah tapi tak berdaya
Hanya bisa pasrah dalam laku jiwa

Monday, 21 November 2016

Jodoh adalah...

*Jodoh itu…

1. Jangan menikah karena kesepian, menikah karena orang lain sudah menikah semua, tinggal kita seorang yang belum, aduhai, pernikahan itu bukan trend, yang semua orang bisa ikut-ikutan, apalagi karena nggak enak terlihat aneh sendiri. Dan terlepas dari itu, catat baik-baik, banyak orang yang setelah menikah, dia tetap merasa sepi, sendirian.

2. Jangan menikah karena alasan orang lain. Itu betul, dalam peristiwa dramatis, kita bisa segera menikah agar orang tua sempat menyaksikan sebelum meninggal, agar mereka bahagia. Tapi menikahlah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain–itu sungguh tiada manfaatnya.

3. Semua pernikahan itu punya masalah. Bohong jika ada yang bilang keluarga mereka baik-baik saja sepanjang masa. Lantas kenapa sebuah pernikahan bisa awet? Karena ada yang sabar dan mengalah.
Satu-satunya bekal pernikahan yang tiada pernah kurang adalah: sabar. Punya sabar segunung, tetap kurang banyak. Punya sabar selangit, pun tetap kurang banyak. Jadi bekalnya tidak harus mobil, rumah, peralatan dapur, dsb. Sekelas Umar Bin Khattab saja masih membutuhkan rasa sabar ekstra.

4. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada alatnya, tidak ada aplikasinya, dan tidak akan ditemukan. Kita baru tahu setelah kita menjalani pernikahan tersebut. Dan rumitnya, itu juga belum cukup. Banyak yang berpisah jalan setelah sekian lama menikah. Lantas kapan dong kita baru tahu persis? Tidak ada jawabannya.
Nah, dengan situasi seperti itu, jangan habiskan waktu dengan cemas apakah ini jodoh terbaik atau bukan. Jika kalian muslim, tegakkanlah shalat istikharah, dapatkan keyakinan, kemudian bismillah, jalani dengan mantap.

5. Well, tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Ada yang ganteng/cantik pol, ternyata kalau tidur ngoroknya seperti sirene. Ada yang bertanggung-jawab nan setia, ternyata pelupa, dia lupa harus menjemput istrinya di manalah.
Tapi kita selalu bisa membuat yang tidak sempurna itu menjadi indah, keren, seperti pelangi, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya. Orang2 yang sibuk memasang kriteria sempurna bagi calon jodohnya, akan hidup sendiri hingga alien menyerang bumi.

6. Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan menikah. Eh, yang masih kecentilan, manja-manja, ternyata besok sudah menikah, atau malah punya anak dua. Yang terlihat dewasa sekali, sudah siap sekali, bahkan bijak nian bicara soal menikah, ternyata bertahun-tahun tetap sendiri.
Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri sendiri. Saat kesempatannya datang, ingatlah nasehat lama, kesempatan baik tidak datang dua kali. Tapi ketika kesempatannya lolos, gagal, juga ingatlah petuah orang tua, akan selalu ada kesempatan-kesempatan berikutnya bagi orang yang sabar.

7. Pekerjaan tetap, mapan, dan lain-lain itu jangan dijadikan syarat mutlak mencari jodoh. Itu betul, sungguh menyenangkan jika jodoh kita ternyata sudah mapan, berkecukupan. Tapi boleh jadi akan lebih spesial lagi, jika kita bersama-sama menjalani hidup sederhana, untuk kemudian menjadi lebih baik setiap harinya.
Lebih baik pastikan saja, semua pihak memahami tanggungjawabnya. Misal, adalah tanggungjawab suami mencari nafkah. Boleh istri bekerja? Ikut membantu nafkah keluarga?
Dikembalikan ke masing-masing pasangan mau seperti apa. Tapi jelas sekali, jika istri bekerja, penghasilannya adalah milik dia–soal dia mau memberikannya ke keluarga atau tidak, itu urusan dia. Tanggungjawab mutlak tetap ada di suami.
Pemahaman-pemahaman seperti ini penting loh, agar kalian laki-laki yang sekarang sibuk galau, apalagi sibuk tebar pesona, tahu persis saat menikah nanti.

8. Mencari jodoh itu tidak rumit. Ini beneran loh. Mencari jodoh itu sederhana. Kalian bisa meminta orang tua mencarikan (karena itu juga salah-satu kewajiban mereka). Juga bisa minta sahabat menjadi intel perjodohan.
Jodoh itu ada di mana-mana, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di angkutan umum saat berangkat beraktivitas, di mesjid, di komplek rumah, dll, dll. Tapi kenapa kadang terasa rumit sekali? Karena kitalah yang membuatnya rumit.
Catat baik-baik, di dunia ini sudah milyaran orang pernah menikah. Milyaran pasangan. Nah, di mana rumitnya jika orang lain toh milyaran telah menikah.

9. Terakhir, kalau kalian mau belajar banyak hal tentang jodoh, maka jangan belajar dari novel-novel (apalagi novel Tere Liye), dari film fiksi, dari sinetron, serial. Aduh, itu fiksi loh. Dikarang-karang saja sama penulis ceritanya. Melainkan belajarlah dari orang tua di sekitar kalian. Kakek-nenek, opa-oma, mbah buyut, yang sudah menikah puluhan tahun, tapi tetap langgeng dan bahagia.

Amati, pelajari, dengarkan nasehat mereka, itu penting sekali, kehidupan mereka bisa jadi contoh. Maka besok lusa saat kita menikah, mendadak muncul masalah serius, kita bisa meneladani mereka, bagaimana cara mereka mengatasi masalah. Itu selalu bisa jadi pelajaran kehidupan yang tiada ternilai.


https://www.goodreads.com/author/show/838768.Tere_Liye

Saturday, 19 November 2016

Jejak Kenangan


Waktu terasa begitu singkat
Ruang terasa begitu sempit
Setiap kesempatan datang begitu cepat
Silih berganti tak sempat terurai
Hanya menggoda sesaat,
Dan setelahnya lenyap ditelan kabut senyum yang dipaksakan mengembang.

Ada sejuta tanya tentang harapan yang pernah ditumpukan
Ada seribu ragu tentang gelisah yang pernah disandarkan
Ada segenggam hangat tentang damai yang pernah terlenakan

Ada yang tidak rela lepas dari dekapan malam
Ada yang tidak rela melihat fajar menyingsing
Ada yang bersikukuh untuk terus menari dalam kegelapan
Ada yang bersikukuh menggenggam gelisah dalam pekat

Merelakan tubuh tertusuk oleh angin jahat
Memaksa semua kenangan berhenti sesaat
Memaksa lampu jalan menjadi matahari,
Yang sombong seolah-olah akan kekal abadi.

Mustahil itu adalah memutar waktu
Niscaya itu adalah kenangan yang terus merindu...

Friday, 18 November 2016

Boulevard, by: Dan Byrd

I don't know why
You said goodbye
Just let me know you didn't go forever my love
Please tell me why
You make me cry
I beg you please on my knees if that's what you want me to

Never knew that it would go so far
When you left me on that boulevard
Come again you would release my pain
And we could be lovers again

Just one more chance
Another dance
And let me fell it isn't real that I've been losing you
This sun will rise
Within your eyes
Come back to me and we will be happy together

Never knew that it would go so far
When you left me on that boulevard
Come again you would release my pain
And we could be lovers again

Maybe today I'll make you stay
A little while just for a smile and love together
For I will show a place I know
In Tokyo where we could be happy forever

Sunday, 13 November 2016

MINUMAN CINTA

Maulana Rumi pernah berkata: "Setiap yang dicintai pasti cantik dan tidak sebaliknya. Tidak setiap yang cantik pasti dicintai". Kecantikan tak bisa dipisahkan dari rasa cinta. Rasa cinta melahirkan kecantikan.

Pada masa Qais (Majnun) dan Laila, banyak perempuan yang lebih cantik dari Laila, tapi mereka bukan kekasih Qais; Qais tidak jatuh cinta pada mereka. Cinta Qais hanya pada Laila, bahkan cinta gila. Melihat gilanya cinta Qais pada Laila, orang-orang lantas berkata padanya, "Banyak perempuan yang lebih cantik dari Laila. Kami akan tawarkan mereka untukmu."

Qais menjawab, "Begini..,, Aku mencintai Laila bukan pada citranya, karena Laila bukan sekedar citra (image). Citra Laila bagiku bagaikan cangkir, dan dari cangkir itu aku minum minuman yang ada. Jadi aku merindukan minuman minuman yang aku minum dari cangkir itu. Mata kalian hanya bisa melihat bentuk cangkir saja. Kalian tidak punya pengetahuan tentang minuman itu. Jika di tanganku ada cangkir emas berhias intan permata, tapi isinya cuka, bukan minuman yang aku inginkan, apa gunanya bagiku? Cangkir kuno yang retak, tapi di dalamnya ada minuman yang aku inginkan, tentu lebih baik dibanding ratusan cangkir yang indah-indah."

Manusia harus memahami makna cinta dan rindu agar ia mampu memahami minuman dan membedakannya dari cangkir, karena yang disasar oleh cinta dan rindu adalah minuman, bukan cangkirnya. Persis seperti perbedaan antara orang yang lapar karena tidak makan apapun selama beberapa hari dan orang yang lapar tapi setiap hari is makan tiga kali. Keduanya sama-sama merasakan lapar dan sama-sama membutuhkan makanan.

Orang yang setiap hari makan tiga kali melihat makanan hanya sebentuk makanan, sedang orang yang kelaparan selama beberapa hari melihat makanan sebagai penyambung nyawa. Ia melihat ada ruh dalam makanan itu. Makanan sama dengan cangkir dan efek lezatnya sama dengan minuman dalam cangkir. Minuman itu tidak mungkin dapat dilihat kecuali dengan perasaan cinta dan rindu. Cangkir bisa hancur berkeping-keping, tapi cinta dan rindu pada minuman akan bertahan selamanya.

Selamat malam, Cinta...

#missyou from the moon and back
#13112016, 23.23 WIB

Jika Rindu

Jika rindu, kenapa acuh?
Jika cinta, kenapa keras kepala?
Jika sayang, kenapa meradang?
Jika peduli, kenapa menutup diri?
Jika memang satu, kenapa berseteru?
Jika mengasihi, kenapa jaga gengsi?

Entah sudah berapa ribu Al Fatehah
Entah sudah berapa puluh ribu Al Ikhlas
Aku persembahkan untuk hatimu
Untuk kejujuranmu, untuk kedamaianmu
Untuk cinta dan kasih sayang abadimu...

Siapapun orang yang benar-benar mencintai,
Ia pasti akan sangat peduli
Dan ingin selalu tahu
Apa yang sedang terjadi dengan kekasih hatinya.
Walau sekedar untuk memastikan
Apakah kekasih hatinya baik-baik saja disana.
Jika itupun tidak boleh...
Lantas apa artinya mencinta...???

Sepertiga malam bersama keterbukaan dan keikhlasan...
*An


Friday, 11 November 2016

CINTA SEJATI


Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau disakiti
Engkau balas dengan kasih

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau dikhianati
Samudera maafmu terus mengaliri

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau diremehkan
Engkau tetap bertahan

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau diacuhkan
Engkau tak patah arang

Cinta sejati itu adalah
Ketika engkau pada akhirnya ditinggalkan
Doamu tak pernah putus hingga akhir zaman