Banyak tulisan di pelbagai media, baik cetak (buku, majalah, dan jenis surat kabar lain) maupun elektronik (misalnya tulisan di televisi, blog, serta media sosial) yang masih kurang tepat dalam menggunakan tanda elipsis. Tanda baca macam apa itu? Tanda elipsis adalah tanda baca berupa tiga buah tanda titik yang berderet (…).
Monday, 18 January 2021
Saturday, 12 December 2020
Tuhan, Aku Hanya Butuh Dipeluk
Petang datang lagi, kali ini bukan tentang mengulang pergi. Seperti merah langit mengejek tawa yang sebelumnya sorai. Kali ini bukan tentang kepakkan pulang ingatan, yang mengulang-ulang seperti bianglala.
Setelah Hari Ini, Aku Harus Apa?
Jadi setelah hari ini, aku harus menyajikanmu apa?
Semangkuk tawa dari pernah yang harusnya kusyukuri, atau secangkir doa yang memintamu untuk tetap ada di tengah riuh derap sepatu yang menjauh?
Semangkuk tawa dari pernah yang harusnya kusyukuri, atau secangkir doa yang memintamu untuk tetap ada di tengah riuh derap sepatu yang menjauh?
Kau
Kau
Sering, kejujuran kau giring
Melewati batas, antara ya dan tidak
Jalan pintas, katamu bergas
Kebohongan, kaulahap lekas
Saturday, 13 June 2020
Sudut pandang Aku (1), Kamu (2), dan Dia (3) dalam Bercerita
Sudut pandang (atau lebih sering kita tahu Point Of View (POV)) adalah posisi penulis dalam sebuah cerita atau cara penulis memandang dan menceritakan kisahnya. Ada tiga sudut pandang dalam bercerita yang akan saya jelaskan bersama tipsnya. Check it out!
Thursday, 11 June 2020
Penggunaan Partikel PUN
Partikel pun.
Khususnya penulis pemula, partikel (Pun) yang ditulis serangkai ataupun terpisah tentu amat sukar untuk ditentukan. Perlu diingat, bahwa hanya ada dua belas partikel (pun) yang ditulis serangkai.
Wednesday, 10 June 2020
TIP MENULIS
A. TEKNIS PENULISAN
Ini meliputi unsur-unsur yang lebih bersifat teknis. Di luar segi intrinsik karya (opening, konflik, dst). Is meliputi kalimat, alinea, dialog tag, elipsis, onomatopoeia, dkk. Kalau naskah diibaratkan rumah, maka ia adalah pondasi sekaligus bangunannya sampai jadi. Nah, di dalam rumah itulah, naskah kita diletakkan.
Analogi ini bisa dipahami, bukan?
Subscribe to:
Posts (Atom)


