Monday, 13 February 2017

AJARI AKU TUK MELUPAKANMU

Kuingin membenci dirimu
Tapi rinduku makin menggebu..
Kuingin hapus nama namamu
Tapi ku harus bersama dirimu..
Ingin kublokir hatiku, namun bayang senyuman itu connect di benakku...

Sunday, 12 February 2017

Bait-bait Kerinduan



Masih terasa hangat pelukanmu.
Aroma sedap tubuhmu meneriakkan kisi kisi kerinduanku di saat dalam kesendirian.
Sungguh diriku tak mampu meninggalkan dirimu dalam kesepian.
Rasanya ingin kupeluk erat selalu dirimu dalam kebersamaan.

Kaulah separuh hatiku.
Di saat mentari tersenyum di pagi hari, aku terlalu ingat senyum manismu.
Di kala siang hari mulai terdengar adzan, kau selalu mengingatkan aku dalam bersimpuh kepada Tuhan Robbul'alamiin...
Di kala menjelang sore, Senja itu jadi saksi kita untuk saling menyayangi karena Tuhan Penguasa Alam.
Indahnya alam sekitar menghiasi keindahan roman hati.
rindu kangen jadi satu selalu, dan selamanya.
Di kala malam tiba menghampiriku, sulit mata lahir ini terpejam.
Karena di mata hatiku masih terkontaminasi senyum manjamu.
       
Aku memang tidak mencintai dirimu,  tapi aku selalu menyayangi dikau wahai sayangku.
Aku memang benci kamu di saat kau jauh dari lahir ragaku.
Tapi jiwa ini selalu menyentuh jiwamu dalam kejauhan.
Dan ku selalu berduka di saat kita bertemu dan harus berpisah.
Air mata kebahagiaan menghiasi pipimu saat saat terakhir kita haruslah berpisah.
Itulah saat terakhir kumelihatmu jatuhkan air mata karena menanggung rindu, walau rindu itu tak direstui.

Kini tinggal dirimu dalam kesendirian tanpa canda tawa bersama.
Kini tinggal kenangan saja.
Lupakan aku dalam kesenangan tapi ingatlah aku selalu dalam kesedihan.
Aku kan melupakan dirimu tapi doaku di setiap munajat aku alunkan buatmu.
Bencilah aku bila aku dalam jalan sesat, tapi ikutlan aku dalam jalan yang lurus menuju Ridho Ilahi.
 
Semoga benci dan rindu menjadi satu dalam doa yang tak terlupakan untuk ikrar kita menyayangi di dunia dan akherat.

Maafkan diriku, arena aku bukan pujangga cinta.
Tapi aku seorang insan yang berusaha ikhlas menyayangimu selalu, tapi bukan mencintai dirimu.

Aku Na Rafsa mu yang masih merindu...

Sunday, 11 December 2016

Aku Telah Memilihmu


Aku tahu, banyak di luar sana hati yang mungkin bisa saja menjadi pilihan lain. Hati yang bersedia menemani sepiku. Yang bersedia bermalam larut bersamaku. Yang bersedia berbagi segala yang ia punya padaku. Namun, aku telah memilihmu. Aku memilihmu atas apa saja resiko yang akan kuhadapi nanti. Aku memilihmu karena aku percaya. Rasa tidak pernah salah dalam mengeja. Meski rasa tidak selalu benar dalam memperhitungkan luka. Tidak mengapa. Bagiku memilihmu selalu mampu memulihkan. Kau obat atas segala nyeri di sudut hati. Walau kadang tidak jarang kau juga sebab rindu memagut sepi.

Aku memilihmu atas segala perasaan yang tumbuh di dada. Mengabaikan segala kalimat manusia yang melemahkanku. Aku memilih buta. Aku memilih tuli. Aku tidak peduli pada perkataan orang-orang yang menginginkanku tidak mencintai kamu, tidak menyayangi kamu. Memilihmu adalah hal yang ingin ku kenang sebagai keputusan terbaik. Meski nanti yang aku dapat tidak selalu hal-hal yang baik. Tidak mengapa. Memilihmu akan selalu menyenangkan. Meski juga beresiko menggenangkan air mata.

Bila akhirnya apa yang aku pilih tak juga membuat pulih. Tidak membuat apa yang aku jalani menjadi lebih baik. Tenang saja, aku akan tetap berusaha tersenyum. Setidaknya aku bahagia, pernah mencintai dan pernah memilihmu. Meski pilihan itu tidak pernah benar-benar mampu memulihkanku. Karena aku percaya, di dunia ini tidak semua hal bisa menjadi indah. Namun, mengikuti suara hati adalah salah satu cara menjalani hidup paling indah.

Kadang, yang baik menurut orang lain belum tentu baik untuk kita. Begitu pun sebaliknya. Hal buruk menurut orang lain, bisa jadi itulah yang terbaik untuk kita. Saat orang-orang mengatakan kamu bukan yang tepat untukku. Aku hanya berusaha tersenyum. Ada hal yang tidak bisa mereka lihat darimu. Namun, aku mampu melihatnya. Begitulah perasaan sebenarnya, hanya datang pada orang-orang yang dikehendakinya. Perasaan itu datang padaku, aku yang tahu. Sebab itu, aku memilihmu.

@dsuperboy
#catatan pendek untuk cinta yang panjang

Wednesday, 23 November 2016

Bimbang

Resah menunggu kata
Lelah digantung rasa
Dalam kabut melayang
Bimbang dalam ragam bintang
Tak tentu arah, tersesat dalam ilusi terang

Membuka asa membalut luka
Memaksa yakin mencerabut mungkin

Menyusuri lini waktu
Ada setumpuk ragu
Terkenang luka masa lalu
Kebencian bertabur rindu
Dendam berselimut rapuh

Mengalir dalam gelisah
Menolak tunduk pada keluh kesah
Ingin marah tapi tak berdaya
Hanya bisa pasrah dalam laku jiwa

Monday, 21 November 2016

Jodoh adalah...

*Jodoh itu…

1. Jangan menikah karena kesepian, menikah karena orang lain sudah menikah semua, tinggal kita seorang yang belum, aduhai, pernikahan itu bukan trend, yang semua orang bisa ikut-ikutan, apalagi karena nggak enak terlihat aneh sendiri. Dan terlepas dari itu, catat baik-baik, banyak orang yang setelah menikah, dia tetap merasa sepi, sendirian.

2. Jangan menikah karena alasan orang lain. Itu betul, dalam peristiwa dramatis, kita bisa segera menikah agar orang tua sempat menyaksikan sebelum meninggal, agar mereka bahagia. Tapi menikahlah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain–itu sungguh tiada manfaatnya.

3. Semua pernikahan itu punya masalah. Bohong jika ada yang bilang keluarga mereka baik-baik saja sepanjang masa. Lantas kenapa sebuah pernikahan bisa awet? Karena ada yang sabar dan mengalah.
Satu-satunya bekal pernikahan yang tiada pernah kurang adalah: sabar. Punya sabar segunung, tetap kurang banyak. Punya sabar selangit, pun tetap kurang banyak. Jadi bekalnya tidak harus mobil, rumah, peralatan dapur, dsb. Sekelas Umar Bin Khattab saja masih membutuhkan rasa sabar ekstra.

4. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada alatnya, tidak ada aplikasinya, dan tidak akan ditemukan. Kita baru tahu setelah kita menjalani pernikahan tersebut. Dan rumitnya, itu juga belum cukup. Banyak yang berpisah jalan setelah sekian lama menikah. Lantas kapan dong kita baru tahu persis? Tidak ada jawabannya.
Nah, dengan situasi seperti itu, jangan habiskan waktu dengan cemas apakah ini jodoh terbaik atau bukan. Jika kalian muslim, tegakkanlah shalat istikharah, dapatkan keyakinan, kemudian bismillah, jalani dengan mantap.

5. Well, tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Ada yang ganteng/cantik pol, ternyata kalau tidur ngoroknya seperti sirene. Ada yang bertanggung-jawab nan setia, ternyata pelupa, dia lupa harus menjemput istrinya di manalah.
Tapi kita selalu bisa membuat yang tidak sempurna itu menjadi indah, keren, seperti pelangi, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya. Orang2 yang sibuk memasang kriteria sempurna bagi calon jodohnya, akan hidup sendiri hingga alien menyerang bumi.

6. Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan menikah. Eh, yang masih kecentilan, manja-manja, ternyata besok sudah menikah, atau malah punya anak dua. Yang terlihat dewasa sekali, sudah siap sekali, bahkan bijak nian bicara soal menikah, ternyata bertahun-tahun tetap sendiri.
Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri sendiri. Saat kesempatannya datang, ingatlah nasehat lama, kesempatan baik tidak datang dua kali. Tapi ketika kesempatannya lolos, gagal, juga ingatlah petuah orang tua, akan selalu ada kesempatan-kesempatan berikutnya bagi orang yang sabar.

7. Pekerjaan tetap, mapan, dan lain-lain itu jangan dijadikan syarat mutlak mencari jodoh. Itu betul, sungguh menyenangkan jika jodoh kita ternyata sudah mapan, berkecukupan. Tapi boleh jadi akan lebih spesial lagi, jika kita bersama-sama menjalani hidup sederhana, untuk kemudian menjadi lebih baik setiap harinya.
Lebih baik pastikan saja, semua pihak memahami tanggungjawabnya. Misal, adalah tanggungjawab suami mencari nafkah. Boleh istri bekerja? Ikut membantu nafkah keluarga?
Dikembalikan ke masing-masing pasangan mau seperti apa. Tapi jelas sekali, jika istri bekerja, penghasilannya adalah milik dia–soal dia mau memberikannya ke keluarga atau tidak, itu urusan dia. Tanggungjawab mutlak tetap ada di suami.
Pemahaman-pemahaman seperti ini penting loh, agar kalian laki-laki yang sekarang sibuk galau, apalagi sibuk tebar pesona, tahu persis saat menikah nanti.

8. Mencari jodoh itu tidak rumit. Ini beneran loh. Mencari jodoh itu sederhana. Kalian bisa meminta orang tua mencarikan (karena itu juga salah-satu kewajiban mereka). Juga bisa minta sahabat menjadi intel perjodohan.
Jodoh itu ada di mana-mana, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di angkutan umum saat berangkat beraktivitas, di mesjid, di komplek rumah, dll, dll. Tapi kenapa kadang terasa rumit sekali? Karena kitalah yang membuatnya rumit.
Catat baik-baik, di dunia ini sudah milyaran orang pernah menikah. Milyaran pasangan. Nah, di mana rumitnya jika orang lain toh milyaran telah menikah.

9. Terakhir, kalau kalian mau belajar banyak hal tentang jodoh, maka jangan belajar dari novel-novel (apalagi novel Tere Liye), dari film fiksi, dari sinetron, serial. Aduh, itu fiksi loh. Dikarang-karang saja sama penulis ceritanya. Melainkan belajarlah dari orang tua di sekitar kalian. Kakek-nenek, opa-oma, mbah buyut, yang sudah menikah puluhan tahun, tapi tetap langgeng dan bahagia.

Amati, pelajari, dengarkan nasehat mereka, itu penting sekali, kehidupan mereka bisa jadi contoh. Maka besok lusa saat kita menikah, mendadak muncul masalah serius, kita bisa meneladani mereka, bagaimana cara mereka mengatasi masalah. Itu selalu bisa jadi pelajaran kehidupan yang tiada ternilai.


https://www.goodreads.com/author/show/838768.Tere_Liye

Saturday, 19 November 2016

Jejak Kenangan


Waktu terasa begitu singkat
Ruang terasa begitu sempit
Setiap kesempatan datang begitu cepat
Silih berganti tak sempat terurai
Hanya menggoda sesaat,
Dan setelahnya lenyap ditelan kabut senyum yang dipaksakan mengembang.

Ada sejuta tanya tentang harapan yang pernah ditumpukan
Ada seribu ragu tentang gelisah yang pernah disandarkan
Ada segenggam hangat tentang damai yang pernah terlenakan

Ada yang tidak rela lepas dari dekapan malam
Ada yang tidak rela melihat fajar menyingsing
Ada yang bersikukuh untuk terus menari dalam kegelapan
Ada yang bersikukuh menggenggam gelisah dalam pekat

Merelakan tubuh tertusuk oleh angin jahat
Memaksa semua kenangan berhenti sesaat
Memaksa lampu jalan menjadi matahari,
Yang sombong seolah-olah akan kekal abadi.

Mustahil itu adalah memutar waktu
Niscaya itu adalah kenangan yang terus merindu...

Friday, 18 November 2016

Boulevard, by: Dan Byrd

I don't know why
You said goodbye
Just let me know you didn't go forever my love
Please tell me why
You make me cry
I beg you please on my knees if that's what you want me to

Never knew that it would go so far
When you left me on that boulevard
Come again you would release my pain
And we could be lovers again

Just one more chance
Another dance
And let me fell it isn't real that I've been losing you
This sun will rise
Within your eyes
Come back to me and we will be happy together

Never knew that it would go so far
When you left me on that boulevard
Come again you would release my pain
And we could be lovers again

Maybe today I'll make you stay
A little while just for a smile and love together
For I will show a place I know
In Tokyo where we could be happy forever