Tuesday, 31 December 2019

Potret Kita


Malam ini aku membuka galery telepon genggamku dan menemukan beberapa senyummu di sana.
Senyum yang pernah membuatku ikut tersenyum tiap kali memandangnya.

Malam ini aku membuka cerita tentang kita, cerita yang menyisakan banyak tanya, cerita yang usai tanpa penjelasan, cerita yang masih ingin terus kutuliskan namun kau memilih berhenti menjadi pemeran.

Pada tiap fotomu yang masih kusimpan, kutemukan bahagiaku yang turut serta terekam kamera, sepertinya itu tawa terbaik yang pernah aku miliki selama beberapa waktu ini--bersyukur aku bisa mengenangnya dalam potret yang ada kau di dalamnya.

Aku rindu tentang kita, kita yang pernah begitu dekat dan saling mendekap.
Aku rindu ucapan selamat pagi darimu, aku rindu pada pelukan hangatmu, aku rindu pada bahumu yang begitu lapang untuk bersandar, aku rindu kau mencuri kecup bibirku dan mendapati pipiku memerah karenanya.

Jika kau membaca ini dan ada yang menghangat di dadamu, mungkin itu cinta yang selama ini kau anggap sudah tak ada.

Malam ini, aku ingin menghabiskan waktu dengan memandangi potret kita, lalu menuliskan lagi cerita; tentang kita yang pernah sangat bahagia.

Aku rindu kita; semoga kamu juga.


Pojok kamar, 30 Desember 2019

No comments:

Post a Comment